### Program Makan Gratis Jadi Sorotan Serius

Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Selatan melakukan sidak ke SMP Negeri 9 OKU, Jumat, 10 Oktober 2025.
TRANSPARANN.ID, OKU – Kasus keracunan massal yang menimpa sejumlah siswa SMP Negeri 09 Tanjung Kemala usai menyantap hidangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu perhatian serius berbagai pihak.
Menindaklanjuti insiden tersebut, Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukaraya.
“Hari ini kami melakukan sidak dan telah mengumpulkan berbagai data serta informasi awal terkait kejadian ini,” ujar Hendriko, perwakilan Ombudsman, Kamis (10/10).
Also Read
Dalam sidak itu, Ombudsman menemukan sejumlah fakta menarik, termasuk tanggapan dari para siswa korban keracunan. Meski mengalami kejadian tersebut, para siswa tetap berharap agar Program MBG tidak dihentikan.
Sebagai tindak lanjut, Ombudsman menghentikan sementara operasional SPPG Sukaraya sambil menunggu hasil uji laboratorium dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “Kami juga tengah mengevaluasi penanganan siswa terdampak, termasuk soal siapa yang bertanggung jawab atas biaya pengobatan di rumah sakit,” jelas Hendriko.

Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Selatan, Hendriko.
Selain itu, Ombudsman berencana memanggil Koordinator Regional Sumatera Selatan untuk klarifikasi dan koordinasi lebih lanjut terkait kinerja SPPG yang diduga menjadi sumber keracunan.
Perhatian Ombudsman juga tertuju pada aspek sanitasi dan kebersihan. Hingga kini, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). “Terkait belum tersedianya SLHS di OKU, kami akan segera berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) untuk memastikan langkah lanjutan,” tambahnya.
Program MBG sendiri merupakan inisiatif pemerintah daerah untuk mendukung pemenuhan gizi siswa di sekolah. Namun, insiden keracunan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai standar kualitas penyedia makanan serta pengawasan pelaksanaannya di lapangan. (bet)














