
Wakil ketua IGTKI Kabupaten OKU Liliya Efrita SPd.AUD MM saat melihat peserta yang mengikuti lomba mewarnai
TRANSPARANN.COM, BATURAJA – Dalam hitungan hari seluruh umat Muslim di dunia akan menjalankan ibadah puasa untuk menyambut bulan suci Ramadan. Menyikapi momentum ini, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten OKU menggelar berbagai lomba. Pelaksanaan ini diikuti oleh perwakilan siswa yang telah mengikuti seleksi sebelumnya. Hari ini, grand final lomba tersebut diadakan di TK Bhayangkari Baturaja dan dibuka oleh Kasi Kurikulum PAUD, Junaidi SE MM.
Ketua IGTKI kabupaten OKU, Mita Silviana SPd yang diwakili oleh wakil ketua IGTKI Kabupaten OKU Liliya Efrita SPd.AUD MM, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kreativitas anak-anak.
Also Read
“Sebelumnya, kami mengadakan seleksi yang diikuti oleh 650 peserta, di mana juara 1, 2, dan 3 dari masing-masing kecamatan telah dipilih. Dari situ, terpilihlah 108 peserta dari berbagai TK untuk berkompetisi di final ini. Ada 55 TK yang ikut serta dalam lomba ini. Lomba ini diselenggarakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. Kami ingin mengajari anak-anak untuk menyambut ibadah suci ini, meningkatkan ibadah mereka, dan mengajarkan mereka tentang ibadah sejak usia dini. Oleh karena itu, doakanlah kesuksesan lomba ini,” ungkap Liliya.

Liliya juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan perdana yang akan dilaksanakan setiap tahun. “Selain itu, ini juga merupakan bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ke-75 IGTKI. Ada empat jenis lomba, yaitu adzan, doa sehari-hari, ayat pendek, dan mewarnai. Selain itu, kedepannya tidak hanya siswa yang akan berkompetisi, tetapi juga akan ada lomba khusus untuk guru. Insya Allah, bulan April mendatang akan diadakan lomba busana Kartini dan lomba lagu daerah dari Kabupaten OKU. Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan lagu-lagu daerah kepada masyarakat yang masih kurang familiar,” ujarnya.

Menutup kegiatan, Liliya juga mengimbau para guru untuk memberi kebebasan kepada anak-anak selama perlombaan berlangsung. “Biarkanlah mereka berkreativitas sesuai dengan kemampuan masing-masing. Jangan terlalu membatasi atau mengarahkan mereka saat berlomba. Percayalah pada potensi dan bakat yang dimiliki oleh anak-anak kita,” pungkasnya.(jpn)















