
Kepala SD Negeri 11 Kabupaten OKU Sekolah Rujukan, Hj Maryani SPdSD MPd melihat hasil gelar karya P5 kelas V.A.
TRANSPARANN.COM, BATURAJA – Kelas V.A SDN 11 OKU Sekolah Rujukan melaksanakan Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Kearifan Lokal” tentang makanan tradisional.
Kegiatan penerapan Kurikulum Merdeka dengan tema kearifan lokal, selalu disambut antusias oleh siswa-siswi SD Negeri 11 Kabupaten OKU Sekolah Rujukan. Kegiatan yang dilaksanakan Sabtu (21/10), diikuti 30 siswa kelas V.A dengan dibagi 5 kelompok.
Also Read
Kepala SD Negeri 11 Kabupaten OKU Sekolah Rujukan, Hj Maryani SPdSD MPd, menjelaskan, bahwa dengan melaksanakan gelar karya berupa makanan tradisional, diharapkan siswa-siswi akan tumbuh dan berkembang menjadi pelajar Pancasila.
“Melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan gelar karya makanan dan minuman tradisional, semakin memperkaya pengetahuan dan keterampilan siswa melalui potensi yang dimiliki,” ucap Maryani.
Hal ini, lanjut Maryani, juga merupakan implementasi kurikulum merdeka dengan gelar karya P5.
“Sehingga siswa melaksanakan dengan senang dan gembira, bahkan meriah,” imbuhnya.

Foto bersama.
Guru kelas V.a, Rijal Efendi SPdSD, menambahkan, kearifan lokal kali ini dengan makanan tradisional dipilih yaitu buah rengas. Tujuannya untuk memperkenalkan kepada siswa tentang makanan tradisional, melatih kekompakan, komunikasi dan kebersamaan antar siswa.
“Untuk jenjang SD ini ada 2 tema yaitu kearifan lokal dan kedua kewirausahaan. Masing – masing tema tersebut dilaksanakan tiap 1 semester,” ucap Rijal.
Semester ganjil, lanjut Rijal, kearifan lokal, dan untuk semester selanjutnya kewirausahaan. Sebelum membuat buah rengas, pihaknya juga sudah membuat pempek dan tekwan. Selama gelar karya P5 ini siswa semua yang mengerjakan dan guru hanya sebagai pendamping.
“Setelah gelar karya ini nantinya ada refleksi yaitu jika ada kesalahannya dimana nantinya bisa diperbaiki. Kegiatan ini sangat baik untuk meningkatkan kreativitas, kerjasama anak – anak,” jelasnya.
Salah satu kelompok yaitu Rizki Andrean, Andra, Rifki, Nayla, Inara Aisyah mengaku senang dengan adanya P5 ini apalagi mereka bisa menampilkan hasil karyanya. “Kita sangat senang karena bisa membuat makanan tradisional, selama ini hanya bisa makan saja dan sekarang kita melakukan proses mulai dari penyiapan bahan hingga selesai. Jadi resepnya sudah dikasi dan sebelumnya sudah dicontohkan guru. Disini juga kami bagi kelompok 3 orang yang buat adonan dan 3 orang bagian goreng. Kita juga senang dengan hasil karya kita,” jelasnya. (jpn)















