
Kepala SMA Negeri 4 Kabupaten OKU, Hj Jumiati SPd MM saat membuka kegiatan seminar di Aula SMA Negeri 4 Kabupaten OKU.
TRANSPARANN.COM, BATURAJA – Sebagai upaya nyata untuk merespons dan mengatasi kekerasan seksual, kesetaraan agama dan budaya, SMA Negeri 4 Kabupaten OKU, Rabu (27/09/2023), menggelar seminar Dalam Upaya Meningkatkan pengetahuan terkait kekerasan seksual di SMA Negeri 4 Kabupaten OKU yang dipusatkan di Aula SMA Negeri 4 Kabupaten OKU, diikuti Kepala Sekolah, Guru, Staf TU serta turut dihadiri Ketua Komite SMA Negeri 4 OKU Ir Hj Lindawati MZ MT dan anggota Komite SMA Negeri 4 Kabupaten OKU. Seminar tersebut merupakan bagian dari program “Benahi” yang telah direkomendasikan berdasarkan hasil rapor satuan pendidikan tahun 2022.
Untuk diketahui, Program “Benahi” fokus pada tiga aspek penting yakni kekerasan seksual, kesetaraan agama dan budaya. Hasil rapor satuan pendidikan tahun 2022 menunjukkan adanya tantangan nyata dalam aspek – aspek ini, termasuk insiden – insiden kekerasan seksual yang memprihatinkan dan ketidaksetaraan dalam hal agama dan budaya. Oleh karena itu, program “Benahi” ini diinisiasi sebagai upaya nyata untuk merespons dan mengatasi masalah-masalah ini.
Also Read

Foto bersama
Kepala SMA Negeri 4 Kabupaten OKU, Hj Jumiati SPd MM, menerangkan, semninar tersebut tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan menyediakan pemahaman yang lebih baik kepada Kepala Sekolah dan guru tentang kekerasan seksual dan cara – cara mencegahnya di lingkungan sekolah.
“Selain itu, untuk mempromosikan kesetaraan agama dan budaya, mendorong kesadaran tentang pentingnya kesetaraan agama dan budaya dalam pendidikan serta cara mengintegrasikannya ke dalam kurikulum dan praktik sehari – hari di sekolah,” terang Jumiati.
Selain itu, lanjut Jumiati, mengembangkan strategi dengan memfasilitasi diskusi dan berbagi pengalaman.
“Untuk mengembangkan strategi yang efektif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, inklusif, dan menghormati keberagaman,” tukas Jumiati.

Foto bersama
Kegiatan yang berlangsung selama 1 hari dengan 2 seminar, yang pertama membahas upaya meningkatkan pengetahuan terkait kekerasan seksual, yang kedua pengetahuan terkait kesetaraan agama dan budaya.
Materi pertama disampaikan narasumber dari Dinas PPPA Kabupaten OKU dan materi kedua disampaikan narasumber dari Kemenag Kabupaten OKU.
Kabid PPPA, Lukman Hakim SKM MSi MKm dalam materinya, menyampaikan bagaimana memotivasi kekerasan seksual yang ada di OKU ini bisa menurun, terutama di dunia pendidikan. “Kita lihat di grafiknya Kabupaten OKU ada di beberapa kecamatan yang lumayan tinggi tapi tidak menyeluruh. Di kecamatan Baturaja Timur di tahun 2022 ada 11 kasus dan rata – rata memang di jenjang SMP dan SMA. Makanya di kegiatan ini kita berharap kepada guru agar selalu memantau siswa, memotivasi orang tua dan anak,” jelas Lukman. (jpn)















