
Tim Panitia ANBK SD Negeri 187 Kabupaten OKU.
TRANSPARANN.COM, BATURAJA – 19 pelajar Sekolah Dasar (SD) Negeri 187 OKU mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) secara mandiri yaitu di gelombang ke 4 dari tanggal 1 dan 2 November 2023.
Kepala SD Negeri 187 Kabupaten OKU, Mustadin SE SPd MSi, mengatakan, pelaksanaan ANBK oleh Sekolah Dasar dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.
“ANBK adalah program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kemendikbud, untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan,” ucap Mustadin dikonfirmasi portal ini melalui pesan WhatsApp.
Also Read
Ia menjelaskan, pelaksanaan ANBK ditingkatkan SD sebagai reformasi kualitas pendidikan, demi mewujudkan janji pendidikan mencerdaskan kehidupan bangsa. Bahkan, sekolah yang ia pimpin dapat melaksanakan ANBK secara mandiri dan tidak lagi bergabung dengan sekolah lain yang memiliki jaringan internet.
Untuk diketahui bahwa SD Negeri 187 Kabupaten OKU ini sekolahnya sudah mandiri karena telah memiliki jaringan internet dan didukung dengan fasilitas memadai seperti laptop maupun smartphone, dalam mengakses segala informasi yang sifatnya melalui online
“Adanya dorongan teman -teman guru serta tenaga teknis kami berusaha semaksimal mungkin untuk mengupayakan jaringan internet bisa terakses di sekolah ini. Ada 9 laptop yang digunakan oleh siswa kita, didampingi oleh proktor Edi Darmawan dan Teknisi A Dahrius Oganda SPd serta Massuki SPdi,” jelasnya.

Kepala SD Negeri 187 Kabupaten OKU, Mustadin SE SPd MSi, memantau siswa siswi yang mengikuti ANBK.
Ditambahkan Mustadin, bahwa ANBK ini untuk di hari pertama Literasi sedangkan hari kedua Numerasi.
“Tujuannya mengetahui literasi membaca peserta didik SD Negeri 187 Kabupaten OKU,” imbuh Mustadin.
Diterangkan Mustadin, literasi membaca adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah. Menumbuhkan Minat numerasi peserta didik SD187 OKU.
“Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari yang konteksnya relevan dengan lingkungan masyarakat,” beber Mustadin.
Selain itu, lanjut Mustadin, Kepala Sekolah, guru akan mengikuti survei karakter. Para peserta ANBK mengerjakan soal untuk mendapatkan informasi hasil belajar sosial-emosional.
“Survei karakter mengukur 6 aspek profil pelajar Pancasila, diantaranya Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME serta berakhlak mulia, Berkebhinekaan global, Bergotong royong, Mandiri, Bernalar kritis, dan Kreatif,” pungkas Mustadin. (jpn)















