Saat itu, kementeriannya juga sukses menerapkan pembatasan secara ketat. “Nggak masalah kalau saya. Saya yakin nggak akan masalah,” tegas Tito.
Ia mengingatkan masa-masa penanganan pandemi yang lalu. Jadi, bukan sesuatu yang baru, tapi punya pengalaman.
“Karena ini bukan pengalaman pertama ini. Kemendagri itu 25 persen, WFO jalan juga,” kenang mantan Kapolri ini.
Pemerintah daerah juga dinilai siap menghadapi aturan baru ini. Tito percaya pemda bisa beradaptasi dengan sangat cepat.
Namun, kepala daerah baru mungkin butuh sedikit arahan teknis. Kementerian Dalam Negeri siap memberikan pendampingan khusus bagi mereka.
Layanan publik esensial tetap wajib beroperasi penuh tanpa henti. “No problem. Ya, pemda juga ada banyak pengalaman,” sebut Tito.
Ia berjanji akan membimbing pemimpin daerah yang baru menjabat.
“Nanti saya akan kasih penjelasan pada mereka,” paparnya.
Sektor darurat dan pelayanan dasar masyarakat dilarang tutup.
“Hal-hal yang esensial seperti angkutan, melayani emergensi, rumah sakit, kebersihan harus tetap jalan,” tandasnya. (*)
