NGADA  

Mati Karena Buku, Tamparan bagi Negara

### Rp10 Ribu Tak Ada, Nyawa YBS Melayang

TRANSPARANN.ID – Duka mendalam dan kemarahan menyeruak dari Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. YBS (10), siswa kelas IV SD, ditemukan tewas gantung diri. Ia mengakhiri hidupnya di dahan pohon cengkeh, Kamis (29/1/2026).

Kematian bocah ini bukan sekadar statistik. Ini adalah tamparan keras bagi wajah negara. YBS putus asa hanya karena tak memiliki buku dan pena.

Harga perlengkapan itu tak lebih dari Rp10.000. Nilai itu setara satu porsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, bagi YBS, nominal itu adalah nyawanya.

Pola pikir pemerintah dinilai terlalu pendek. Mereka bangga memberi makan siang gratis. Namun, mereka lupa memberi ‘alat’ untuk mencari makan.

Bayangkan betapa absurdnya kondisi negara ini. Dana publik mengalir deras dengan slogan bombastis. Namun, seorang siswa SD justru meregang nyawa karena kemiskinan.

Apakah MBG menjadi solusi nyata? Atau sekadar plester pada luka yang salah? Ini bukan semata tragedi keluarga. Ini adalah bukti kegagalan sistemik pemerintah.

Polisi menemukan bukti yang menyayat hati di lokasi kejadian. YBS meninggalkan sepucuk surat untuk ibunya. Ia menulis dengan bahasa daerah Ngada.

Exit mobile version