“Setelah kemasan dibuka, mie ayam berbau tidak sedap seperti sudah basi,” tegas guru tersebut kepada awak media.
Sekolah segera menghentikan distribusi makanan demi mencegah korban tambahan. Guru-guru bergerak cepat memberikan pertolongan pertama sebelum merujuk siswa ke rumah sakit.
Total penerima manfaat MBG di sekolah ini mencapai 140 siswa. SPPG Negeri Agung Mak Nyus bertindak sebagai penyuplai katering tersebut.
Program ini diketahui baru berjalan selama tiga minggu. Insiden ini memicu kecemasan wali murid terkait standar keamanan pangan program MBG.
Sementara itu, Kepala SPPG Negeri Agung, Windah, menampik adanya kelalaian. Ia mengklaim seluruh proses penyaluran telah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Kami memiliki sampel makanan yang tersimpan di dapur,” bantah Windah dikutip dari media daring setempat. (*)
