PATI  

Keracunan Massal Guncang SMKN 4 Pati

Namun, realitas berkata lain. Jumlah siswa yang mengeluh mual terus bertambah hingga mencapai 22 orang. Tri segera mengambil mikrofon sentral dan menghentikan seluruh distribusi makanan demi mencegah jatuhnya korban baru.

“Saya umumkan lewat pengeras suara agar paket MBG tidak dimakan,” tegasnya.

Kepala Divisi Duty Manager RS KSH, Sri Widayati, menggambarkan situasi kritis di ruang gawat darurat. Tim medis bekerja keras menstabilkan kondisi puluhan remaja yang lemas tak bertenaga itu.

“Satu siswa mengalami sesak napas hebat hingga membutuhkan bantuan oksigen,” jelas Sri.

Baca Juga :   Petaka Menu MBG Kering, 33 Warga Tuba Keracunan

Kelalaian Fatal Penyedia

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, langsung menjenguk para korban yang terbaring lemah. Ia menyoroti kelalaian fatal pada manajemen bahan baku dapur penyedia. Dapur tersebut dikelola oleh SPPG Yayasan Patriot Bangsa di Rendole, Margorejo.

“Penyimpanan bahan baku atau raw material menjadi faktor paling berisiko,” kritik Chandra tajam.

Pemerintah Kabupaten Pati berjanji menanggung seluruh biaya perawatan. Namun, trauma fisik dan mental para siswa tentu tak mudah sembuh. Sampel muntahan siswa kini tengah diuji di laboratorium Semarang untuk mengungkap racun di balik sajian tersebut.

Baca Juga :   Dinkes OKU Sebut Ada Kelalaian

Publik kini menanti pertanggungjawaban nyata atas tragedi memilukan ini. Program yang seharusnya menyehatkan justru mengancam nyawa generasi penerus bangsa akibat pengawasan yang lemah. (*)