BACA JUGA : https://transparann.id/bocah-hanyut-sungai-ogan-oku/
Minggu pagi, 14 September 2025, warga Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur, dikejutkan kabar hilangnya seorang bocah di Sungai Ogan. Muhammad Rehan Pahlepi, siswa kelas VI SDN 41 OKU, dilaporkan hanyut sekitar pukul 10.00, tepat di kawasan Bakung, Lorong Lestari, depan Klinik Amanah.
Bersama dua rekan sebayanya, Rehan bermain dan mandi di sungai yang kerap dikunjungi anak-anak pada waktu libur sekolah. Beberapa teman Rehan sempat mencoba memberi pertolongan. Salah satu dari mereka dapat menyelamatkan diri, sementara Rehan terseret arus deras dan menghilang di kedalaman sungai.
Orang tua Rehan berada di lokasi ketika musibah terjadi, menambah suasana duka yang mendalam. Sontak, warga sekitar langsung mencari korban dengan menyusuri tepi sungai. Suasana menjadi kacau dan panik; keluarga korban tampak histeris, berharap keajaiban terjadi.
Setelah laporan resmi masuk ke BPBD, tim gabungan BPBD OKU, Basarnas, TNI, POLRI, beserta warga setempat, melakukan penyisiran menggunakan perahu karet. Penyelam berpengalaman dikerahkan untuk mengecek dasar sungai, sementara regu darat berjalan kaki menyisir pinggir sungai. Pada hari kedua, pencarian difokuskan pada radius hingga dua kilometer dari lokasi kejadian.
Namun, arus sungai yang deras dan air yang keruh menyulitkan proses pencarian, sehingga belum ditemukan titik terang keberadaan korban. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat menambah tantangan di lapangan. Tak satu pun dari kerumunan anak-anak yang sebelumnya bersama korban berani menjawab pertanyaan petugas saat ditanya di lokasi—mereka langsung menjauh seketika tim penyelamat datang. (bet)