Selain itu, Haedar menegaskan bahwa pengumuman ini tidak bertujuan mendahului pihak lain. Beliau menganggap perbedaan penentuan kalender sebagai hal lumrah setiap tahun.
Berbagai organisasi Islam memang sering mengeluarkan kalender hijriah maupun miladiyah secara mandiri. Hal ini berkaitan erat dengan jadwal ritual ibadah dan kegiatan publik masyarakat.
Oleh karena itu, Haedar mengimbau kaum muslimin untuk saling menghargai jika terjadi perbedaan. Sikap toleransi ini justru akan memperkuat niat umat dalam beribadah.
Sebagai solusi jangka panjang, Muhammadiyah terus mendorong perwujudan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Sistem KHGT diharapkan berlaku bagi umat Islam di seluruh dunia.
“Langkah ini bertujuan agar tidak ada lagi perbedaan penentuan waktu ibadah,” tutur Haedar.
Harapannya, KHGT dapat menghapus potensi ikhtilaf di masa depan. (*)