Pada Juli 2006, polisi menangkap Epstein atas tuduhan meminta layanan prostitusi kepada anak di bawah umur. Namun, jaksa memberikan hukuman ringan yang memicu kemarahan publik serta pejabat kepolisian setempat.
Epstein hanya mendekam 13 bulan penjara dengan fasilitas pembebasan kerja pada siang hari. Predator ini akhirnya menghirup udara bebas pada Juli 2009 meski statusnya sebagai pelaku kejahatan seksual.
Kematian Misterius di Balik Jeruji
Pelarian Epstein berakhir saat jaksa New York menangkapnya kembali atas tuduhan perdagangan seks pada tahun 2019. Naas, petugas menemukan sang miliarder tewas di dalam sel penjara sebulan setelah penangkapan tersebut.
Otoritas setempat menyatakan kematiannya sebagai bunuh diri, namun publik mencurigai adanya konspirasi besar di baliknya. Kematian ini justru menjadi pintu pembuka untuk membongkar daftar klien elit sang predator.
Dokumen “Epstein Files” Bocor
Parlemen AS akhirnya mengesahkan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein pada November 2025 untuk membuka arsip rahasia. Dokumen tersebut mengungkap rincian mengerikan mengenai preferensi diskriminatif Epstein terhadap ciri fisik para korbannya.
Sejumlah nama besar seperti Bill Clinton, Donald Trump, hingga Elon Musk muncul dalam catatan korespondensi tersebut. Meski begitu, beberapa nama hanya tercatat sebagai relasi sosial tanpa dakwaan keterlibatan kriminal langsung.
Dunia kini menanti keadilan bagi para korban yang selama puluhan tahun tertutup bayang-bayang kekuasaan Epstein. (*)