Alvin, bupati termuda di Sulawesi Tenggara, sebelumnya dilantik langsung oleh Presiden di Istana Negara. Namun, sejak pelantikan, ia jarang terlihat di Buton. Warga pun mempertanyakan kehadirannya.
Wakil Bupati mencoba menenangkan publik dengan menyebut Alvin sedang dinas di Jakarta. Namun, alasan itu justru memicu tanda tanya. “Dinas apa sampai sebulan?” sindir warga.

Foto Bupati Buton yang dilaporkan warga menghilang kini ditempel warga di pohon – pohon dengan caption dicari orang hilang berhadiah.
Fenomena ini menimbulkan ironi. Alvin yang dikenal sebagai sosok muda, kaya, dan berprestasi, kini justru menjadi bahan perbincangan karena absennya. Warga bahkan menyebutnya sebagai “Bupati last seen one month ago.”
Kreativitas warga Buton melaporkan bupati hilang dinilai sebagai bentuk kritik sosial. Mereka tidak memilih jalur demonstrasi, melainkan menggunakan cara unik yang menyentil publik. Jika tren ini meluas, bukan tidak mungkin pejabat lain yang jarang hadir juga akan dilaporkan hilang.
Kini, poster bupati hilang itu justru menjadi daya tarik baru. Warga dan pengunjung ramai-ramai berfoto di bawah poster dengan tagar #WhereIsMyBupati. Buton pun mendadak viral, bukan karena pariwisatanya, melainkan karena aksi warganya yang cerdas sekaligus satir. (*)