“Alhamdulillah, kami menerima penghargaan tertinggi di bidang perpustakaan dan kearsipan. Kami terus berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan OKU untuk mengajak anak muda agar melek literasi sejak dini,” ujar Zwesti.
Selanjutnya, Zwesti menjelaskan bahwa konsep regenerasi literasi bertujuan untuk menggerakkan minat baca masyarakat dari kota hingga pelosok desa. Ia telah menjalankan program Pance Bace sejak diamanahkan sebagai Bunda Literasi OKU.
“Sejak kami didaulat menjadi Bunda Literasi, kami merasa bertanggung jawab untuk meningkatkan indeks literasi di OKU yang masih tergolong rendah, terutama di daerah terpencil,” tambahnya.
Zwesti juga telah mengunjungi berbagai desa di ujung Kabupaten OKU untuk melihat langsung kondisi literasi anak-anak dan remaja. Dalam kunjungan tersebut, ia bersama tim dari dinas perpustakaan memberikan edukasi serta membagikan buku bacaan kepada siswa-siswi agar mereka lebih tertarik membaca.
Meski telah menerima penghargaan, Zwesti menegaskan bahwa dirinya belum puas. Ia justru menjadikan penghargaan Bhakti Adipustaka sebagai motivasi untuk terus meningkatkan indeks literasi di Kabupaten OKU. (bet)