
Chief Economist, Macro Strategist & Head of Fixed Income Research BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Helmy Kristanto.
Latar belakang Purbaya di LPS memberinya pemahaman mendalam mengenai interaksi antara belanja fiskal dan likuiditas sistem. Hal ini bisa diterjemahkan ke dalam potensi reformasi yang memprioritaskan pola belanja yang lebih lancar dan seimbang di tahun-tahun mendatang. Ia juga dikenal memiliki pemahaman yang dalam tentang siklus bisnis dan ekonomi selama kiprahnya di pasar keuangan.
Purbaya dikenal dengan sikapnya yang pro-growth, suatu sikap yang sangat tepat waktu mengingat perlambatan momentum ekonomi saat ini. Dalam forum LPS terbaru, ia menekankan bahwa target pertumbuhan PDB Indonesia 2026 sebesar 5,4% tetap dapat dicapai, sepanjang mesin fiskal dan moneter berjalan selaras. Hal ini memberi sinyal kemungkinan fokus kebijakan pada dukungan kontra-siklus untuk mendorong pertumbuhan.
“Kami melihat bahwa pengangkatan Purbaya mengarah pada potensi kesinambungan kebijakan, tetapi dengan fokus pro-growth yang lebih kuat. Pendekatannya dapat menyeimbangkan disiplin fiskal dengan dukungan terhadap pertumbuhan. Namun, kebijakan awalnya akan sangat menentukan kecepatan penerimaan pasar,” jelas Helmy.
Pada perdagangan Selasa (9/9), rupiah dibuka lebih lemah di Rp16.475 per dollar AS, menunjukkan bahwa tekanan masih berlanjut. Menurut pandangan BRIDS, setiap kenaikan imbal hasil obligasi dapat menarik minat pembeli, khususnya bank dan dana pensiun. Volatilitas pasar kemungkinan besar masih akan berlanjut dalam jangka pendek. Namun, dengan Bank Indonesia (BI) berada dalam siklus pelonggaran dan The Fed diperkirakan memangkas suku bunga pekan depan, volatilitas pasar belakangan ini bisa menciptakan peluang.
Dari sisi pasar modal, IHSG ditutup melemah signifikan pada perdagangan Selasa (9/9), terkoreksi -1,78% ke level 7.628 dengan mencatatkan net foreign sell cukup besar sebesar Rp4,32 triliun di pasar reguler.
BACA JUGA : https://transparann.id/mau-judi-online-pahami-dulu-aturan-ini/
Menurut Chory Agung, Customer Engagement & Market Analyst Department Head BRIDS, secara teknikal IHSG saat ini masih berada dalam tren bullish dengan resistance terdekat di level 7.885 – 8.021. Namun, indeks masih berpotensi melanjutkan tren pelemahan menuju area support di kisaran 7.448 – 7.571. “Tekanan jual asing mengindikasikan respon negatif pasar terhadap pelantikan Menteri Keuangan yang baru terutama di sektor perbankan seperti saham BBCA dalam seminggu terakhir investor asing mencatatkan penjualan bersih (net foreign sell) sebesar Rp4,9 triliun,” jelas Chory. (rel)