Selanjutnya, demonstran menduga adanya penyalahgunaan fungsi Bulog. Mereka menuding instansi ini dijadikan ajang bisnis yang tidak semestinya.
Ketiga, warga menemukan indikasi transaksi ilegal beras bersubsidi. Oknum diduga menjual beras bantuan kepada agen dan tengkulak.
Terakhir, massa mengungkap dugaan pungutan liar atau pungli. Praktik ini terjadi dalam proses penyaluran beras ke masyarakat.
Respons Kepala Bulog
Aksi tersebut berjalan kondusif tanpa mengganggu aktivitas sekitar. Kepala Perum Bulog OKU merespons positif kedatangan warga.
Ia mengundang perwakilan demonstran untuk berdialog di ruangannya. Pertemuan tertutup itu membahas tuntutan secara rinci.
Dalam pertemuan, Kepala Bulog berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh. Pihaknya berjanji akan memperbaiki kinerja jajaran di lapangan.
Selain itu, Bulog akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah OKU. Langkah ini akan melibatkan Asisten II Pemda untuk pengawasan. (*)