### Ancaman Pemecatan Menanti Pelanggar
TRANSPARANN.ID, OKU – Camat Baturaja Timur, Doni Heridadi, akhirnya mengambil langkah tegas.
Ia merespons skandal pemilihan BPD Tanjung Kemala yang memicu amarah publik.
BACA JUGA : https://transparann.id/aparat-desa-tanjung-kemala-hadiri-kampanye-calon-anggota-bpd/
Also Read
Ketua panitia, Sapirul Awaludin, sebelumnya terciduk menghadiri kampanye Ahmad Latif Ansori. Kades dan Kadus setempat turut mendampingi Sapirul dalam acara tersebut.
Tindakan aparatur desa ini jelas menabrak aturan netralitas birokrasi pemerintahan.
“Itu memang salah karena masih proses kampanye. Dalih sekadar menghadiri undangan tetap melanggar aturan,” tegas Doni, Kamis (15/10/2026).
Ancaman Pemecatan Panitia Pemilihan
Pemerintah kecamatan langsung memanggil para pejabat desa yang terlibat skandal. Doni mengaku telah menjatuhkan teguran keras kepada Sapirul beserta Kades dan Kadus.
Langkah ini bertujuan meredam potensi gejolak jelang pencoblosan 21 Oktober mendatang.
“Kami sudah menegur Ketua Panitia Pemilihan BPD beserta Kades dan Kadus,” ungkap Doni.
Pemerintah kecamatan kini memantau ketat situasi politik di Desa Tanjung Kemala. Jika konflik warga meledak, sanksi pemecatan panitia akan langsung dieksekusi.
“Kita akan evaluasi dan merekomendasikan Kades untuk mengganti Ketua Panitia BPD demi menjaga kondusivitas,” urai Doni memberikan ultimatum keras.
Potensi Cacat Hukum Pemilihan
Lebih lanjut, skandal keberpihakan ini membawa dampak domino bagi keabsahan hasil pemilihan. Calon kandidat lain kini memiliki celah kuat untuk menggugat hasil pemungutan suara.
BACA JUGA : https://transparann.id/pmd-oku-minta-bpd-tanjung-kemala-buat-laporan/
Masyarakat juga mengantongi dasar sah untuk melayangkan protes resmi terkait kecurangan.
Oleh karena itu, panitia wajib segera memperbaiki kesalahan fatal ini.
“Kemungkinan cacat hukum itu bisa terjadi jika Kades dan panitia tidak segera menanggulangi masalah ini,” pungkas Doni memperingatkan konsekuensi terburuk. (*)














