Selain itu, para ahli memberikan edukasi mengenai metode perawatan beton yang tepat. Hal ini sangat penting untuk memastikan hasil konstruksi tetap kuat dan tahan lama.
Kartha menegaskan bahwa tukang bangunan memiliki peran strategis dalam industri ini. Mereka sering kali menjadi penentu utama dalam pemilihan material bangunan oleh pemilik rumah.
“Bapak-bapak tukang merupakan influencer owner dalam pengambilan keputusan material bangunan,” ungkap Kartha di hadapan peserta.
Ia juga menambahkan bahwa pengalaman tukang menjadi modal utama dalam menentukan kualitas. Melalui program ini, SMBR ingin para peserta mengoptimalkan pemanfaatan produk semen.
“Kami berharap peserta semakin memahami teknik konstruksi yang tepat dan optimal,” tambahnya.
Secara konsisten, SMBR terus menghadirkan program ini di berbagai daerah di Indonesia. Strategi ini terbukti efektif memperkuat hubungan perusahaan dengan para pemangku kepentingan.
Langkah nyata ini juga menjadi bagian dari visi besar mendorong pembangunan berkelanjutan. Dengan tenaga kerja kompeten, kualitas infrastruktur nasional akan semakin meningkat. (*)