### Dana Ratusan Juta Kualitas Rendah

Pengerjaan jalan LPB di Talang Kerikil, Desa Gunung Meraksa, Kecamatan Lubuk Batang.
TRANSPARANN.ID, OKU – Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK ternyata tak membuat nyali pejabat OKU ciut. Mentalitas “asal bapak senang” tampaknya masih menggila. Proyek jalan Desa Gunung Meraksa kini memancing amarah publik. Warga mencium aroma penyimpangan fatal di lokasi tersebut.
Fakta lapangan seolah menelanjangi borok proyek ini. Kontraktor mengerjakan Lapisan Pondasi Bawah (LPB) secara ugal-ugalan. Mereka terang-terangan mengabaikan spesifikasi teknis kontrak.
Pelaksana hanya menghamparkan batu pecah campur lumpur. Warga menyebut material sampah ini “beskos”. Padahal RAB mewajibkan penggunaan agregat B murni. Manipulasi kualitas ini jelas menghina akal sehat pembayar pajak.
Kekacauan tak hanya soal material buruk. Kontraktor baru merampungkan pekerjaan pada tahun 2026. Padahal dana berasal dari APBD OKU 2025. Keterlambatan ini menabrak logika birokrasi.
Aroma Amis Anggaran
Dinas PUPR OKU memegang kuasa penuh anggaran proyek. Mereka menggelontorkan uang rakyat sebesar Rp 854.841.500. CV Sukaraya Baturaja bertindak sebagai pelaksana proyek itu. Sayangnya, pengawasan dinas terkait tampak memble.
ZP, warga setempat, menumpahkan kekecewaannya. Ia menilai pemerintah membuang anggaran demi kualitas jalan sampah. Ia menganggap hasil pekerjaan hancur lebur.












