Selain itu, perusahaan terus mengutamakan aspek keselamatan kerja para pegawai. Manajemen menerapkan standar keselamatan (HSSE) secara ketat di lapangan.
Kolaborasi dengan pemangku kepentingan juga memperlancar seluruh kegiatan operasional.
Selanjutnya, peningkatan produksi ini berasal dari pekerjaan tiga sumur utama. Reza Nur Ardianto menjelaskan rincian proyek pengerjaan sumur tersebut. Ia menjabat sebagai Senior Manager Subsurface Development and Planning.
Pertama, tim mengebor sumur TMB-026 di area Tanjung Miring Barat. Pengeboran sumur ini mulai berjalan semenjak 22 Januari 2026. Hasil uji alir awal menghasilkan kapasitas produksi 554 BOPD.
Kedua, teknisi melakukan intervensi sumur BEL-053 di Kabupaten Muara Enim. Proses intervensi sumur ini memakan waktu selama 13 hari. Akhirnya, tim menyelesaikan pekerjaan sumur tersebut pada 21 Februari 2026.
Langkah taktis ini sukses menaikkan kapasitas sumur menjadi 650 BOPD. Keberhasilan ini mengukuhkan komitmen Pertamina dalam menjaga pasokan migas nasional. (*)