Pemkab SBD Dapat Hibah Dua Ambulans dari Kaohsiung Humanitarian Care Society Taiwan

### Bantuan untuk layanan kesehatan pelosok warga

Foto grup besar orang-orang yang berdiri di halaman dengan pepohonan. Mereka memegang spanduk panjang berwarna-warni yang mengumumkan upacara donasi ambulans untuk Sumba Barat Daya. Di spanduk terdapat teks "International College of Surgeons, SUMBA BARAT DAYA HUMANITARIAN EDUCATION SERVICE AND AMBULANCES DONATION CEREMONY, March 27, 2026". Beberapa orang membuat tanda hati dengan tangan. Dua ambulans putih dengan lampu darurat terlihat di latar belakang.
foto : handout prokompi pemkab sumba barat daya
Foto bersama Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, Wakil Bupati Dominikus Alphawan Rangga Kaka, Presiden Kaohsiung Humanitarian Care Society Dr. Liang, dan perwakilan organisasi kemanusiaan tersebut serta pejabat Pemkab SBD, memegang spanduk bertuliskan “SUMBA BARAT DAYA HUMANITARIAN EDUCATION SERVICE AND AMBULANCES DONATION CEREMONY” dengan latar belakang dua unit ambulans hibah.

TRANSPARANN.ID, SUMBA BARAT DAYA – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) resmi menerima hibah ambulans dari Kaohsiung Humanitarian Care Society Taiwan.

Bantuan diserahkan oleh Presiden Kaohsiung Humanitarian kepada Bupati Ratu Wulla. Penyerahan dua unit ambulans berlangsung pada hari Jumat (27/3/2026).

Fasilitas baru ini siap meningkatkan mutu kesehatan di Kabupaten Sumba Barat Daya. Langkah ini sangat penting untuk mendukung peningkatan layanan medis pelosok.

Program kesehatan pemerintah daerah ini memiliki target yang sangat jelas. Pemerintah menargetkan pemerataan akses fasilitas kesehatan primer bagi seluruh warga.

Tambahan armada medis ini bertujuan mempercepat sistem rujukan pasien darurat. Kebijakan strategis ini diharapkan mampu menjangkau desa yang paling terpencil. Angka kematian akibat keterlambatan penanganan darurat dapat segera ditekan.

Bupati Ratu Wulla menerima serah terima di Rumah Jabatan Bupati. Ia menjelaskan kolaborasi ini merupakan solusi atas keterbatasan anggaran daerah.

“Kami menyadari adanya tantangan dalam pembangunan termasuk keterbatasan anggaran. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat kami untuk terus berinovasi,” ucapnya.

Exit mobile version