OKU  

Bupati Teddy Beri Beasiswa Kedokteran

Maka dari itu, pihak sekolah harus segera mendata murid kelas XII yang memenuhi syarat. Pemerintah hanya memiliki waktu singkat hingga proses seleksi pada Juni mendatang.

Kecepatan koordinasi sangat menentukan keberhasilan program ini bagi masa depan anak-anak OKU.

Proses Seleksi Tanpa KKN
Teddy menegaskan bahwa proses seleksi beasiswa ini berjalan transparan dan tanpa praktik KKN. Tim khusus akan memverifikasi kondisi ekonomi serta prestasi akademik setiap calon peserta secara objektif. Pemerintah ingin memastikan bantuan ini jatuh ke tangan anak-anak yang benar-benar kompeten.

“Tim akan turun langsung mengecek anak-anak tersebut hingga terpilih 20 orang untuk dididik,” ungkap Bupati Teddy.

Beliau ingin program ini menyentuh langsung masyarakat bawah yang memiliki potensi besar namun terkendala biaya.

Setelah lulus seleksi, para mahasiswa akan menerima bimbingan khusus dari pihak UIN Jakarta. Pendampingan ini bertujuan agar anak-anak OKU mampu bersaing dengan mahasiswa dari kota besar. Harapannya, mereka dapat mengikuti ritme perkuliahan kedokteran dengan hasil yang maksimal.

Syarat Utama Calon Peserta
Syarat akademis mengharuskan nilai mata pelajaran Biologi, Kimia, dan Bahasa Inggris minimal mencapai angka 80.

Calon mahasiswa juga wajib menyertakan bukti keterangan tidak mampu yang sah dari pihak berwenang. Selain itu, peserta harus berdomisili di Kabupaten OKU minimal selama tiga tahun terakhir.

“Jika Nilai pelajaran Biologi, Kimia dan Bahasa Inggris 80 dan tidak mampu bisa ikut,” tegas Teddy. Calon dokter ini juga harus berkomitmen mengabdi di wilayah OKU setelah menyelesaikan pendidikan nantinya.

Beberapa pejabat penting daerah turut mendampingi Bupati dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Kehadiran para asisten dan kepala dinas menunjukkan keseriusan pemerintah daerah mengawal program unggulan ini.

Teddy berharap lulusan program ini mampu meningkatkan kualitas kesehatan di Bumi Sebimbing Sekundang secara signifikan. (*)

Exit mobile version